Sabtu, 11 Agustus 2012

Apakah Alergi Penyakit Turunan?

Jakarta, Penyakit alergi yang dimiliki diketahui bisa menurun dari orangtua ke anaknya. Tapi ternyata risiko terkena alergi ini lebih besar jika memiliki jenis kelamin yang sama.

Sebuah studi baru menemukan risiko anak terkena penyakit alergi menjadi 2 kali lipat lebih besar jika yang memiliki alergi tersebut adalah orangtua dengan jenis kelamin yang sama seperti anaknya.

Profesor Hasan Arshad, seorang konsultan alergi dan imunologi dari Southampton General Hospital menemukan bahwa alergi seperti asma dan eksim tidak hanya berkaitan dengan keturunan tapi juga jenis kelamin.


"Kami telah tahu puluhan tahun bahwa alergi menurun dalam keluarga, tapi kami menemukan warisan ini dari ibu ke anak perempuan dan ayah ke anak laki-laki," ujar Prof Arshad, seperti dikutip dari TimesofIndia, Sabtu (11/8/2012).

Prof Arshad mengungkapkan di masa lalu peneliti hanya melihat efek alergi dari orangtua ke anak tanpa melihat jenis kelaminnya. Kini dengan hasil terbaru bisa menilai risiko anak terkena penyakit alergi.

Tim meneliti 1.456 pasien dan menemukan asma pada anak laki-laki hanya meningkat jika ayahnya yang memiliki kondisi tersebut, sedangkan jika ibu yang asma maka risikonya 2 kali lipat pada anak perempuan. Hal yang sama juga berlaku untuk kasus alergi eksim.

"Hasil ini membuka area baru untuk penelitian lebih lanjut dalam menentukan genetika alergi sehingga misteri hubungan alergi dan jenis kelamin bisa diketahui alasannya," ujar Prof Arshad.

Penelitian ini didanai oleh Institute Kesehatan nasional di Amerika Serikat dan telah diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology.Jakarta, Penyakit alergi yang dimiliki diketahui bisa menurun dari orangtua ke anaknya. Tapi ternyata risiko terkena alergi ini lebih besar jika memiliki jenis kelamin yang sama.

Sebuah studi baru menemukan risiko anak terkena penyakit alergi menjadi 2 kali lipat lebih besar jika yang memiliki alergi tersebut adalah orangtua dengan jenis kelamin yang sama seperti anaknya.

Profesor Hasan Arshad, seorang konsultan alergi dan imunologi dari Southampton General Hospital menemukan bahwa alergi seperti asma dan eksim tidak hanya berkaitan dengan keturunan tapi juga jenis kelamin.

"Kami telah tahu puluhan tahun bahwa alergi menurun dalam keluarga, tapi kami menemukan warisan ini dari ibu ke anak perempuan dan ayah ke anak laki-laki," ujar Prof Arshad, seperti dikutip dari TimesofIndia, Sabtu (11/8/2012).

Prof Arshad mengungkapkan di masa lalu peneliti hanya melihat efek alergi dari orangtua ke anak tanpa melihat jenis kelaminnya. Kini dengan hasil terbaru bisa menilai risiko anak terkena penyakit alergi.

Tim meneliti 1.456 pasien dan menemukan asma pada anak laki-laki hanya meningkat jika ayahnya yang memiliki kondisi tersebut, sedangkan jika ibu yang asma maka risikonya 2 kali lipat pada anak perempuan. Hal yang sama juga berlaku untuk kasus alergi eksim.

"Hasil ini membuka area baru untuk penelitian lebih lanjut dalam menentukan genetika alergi sehingga misteri hubungan alergi dan jenis kelamin bisa diketahui alasannya," ujar Prof Arshad.

Penelitian ini didanai oleh Institute Kesehatan nasional di Amerika Serikat dan telah diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology. Jakarta, Penyakit alergi yang dimiliki diketahui bisa menurun dari orangtua ke anaknya. Tapi ternyata risiko terkena alergi ini lebih besar jika memiliki jenis kelamin yang sama.

Sebuah studi baru menemukan risiko anak terkena penyakit alergi menjadi 2 kali lipat lebih besar jika yang memiliki alergi tersebut adalah orangtua dengan jenis kelamin yang sama seperti anaknya.

Profesor Hasan Arshad, seorang konsultan alergi dan imunologi dari Southampton General Hospital menemukan bahwa alergi seperti asma dan eksim tidak hanya berkaitan dengan keturunan tapi juga jenis kelamin.

"Kami telah tahu puluhan tahun bahwa alergi menurun dalam keluarga, tapi kami menemukan warisan ini dari ibu ke anak perempuan dan ayah ke anak laki-laki," ujar Prof Arshad, seperti dikutip dari TimesofIndia, Sabtu (11/8/2012).

Prof Arshad mengungkapkan di masa lalu peneliti hanya melihat efek alergi dari orangtua ke anak tanpa melihat jenis kelaminnya. Kini dengan hasil terbaru bisa menilai risiko anak terkena penyakit alergi.

Tim meneliti 1.456 pasien dan menemukan asma pada anak laki-laki hanya meningkat jika ayahnya yang memiliki kondisi tersebut, sedangkan jika ibu yang asma maka risikonya 2 kali lipat pada anak perempuan. Hal yang sama juga berlaku untuk kasus alergi eksim.

"Hasil ini membuka area baru untuk penelitian lebih lanjut dalam menentukan genetika alergi sehingga misteri hubungan alergi dan jenis kelamin bisa diketahui alasannya," ujar Prof Arshad.

Penelitian ini didanai oleh Institute Kesehatan nasional di Amerika Serikat dan telah diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology.

dikutip
oleh : Detik.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Lemu lemu